Nasihat Untuk Kita

Seringkali kita melihat ada orang yang menjadikan nasihat dari orang lain untuk memperbaiki diri. Nasihat yang baik yang disampaikan orang kepada kita bisa menjadikan motivasi, untuk perbaikan diri agar menjadi baik dan bisa untuk pengingat diri. Lalu apa sekiranya nasihat yang bisa menjadikan kita mengingat Allah 


Rosululloh Saw pernah bersabda : “Cukuplah kematian sebagai nasehat”

Ya, kematian … sebuah kata yang sangat tepat untuk mewakili jawaban atas semua permintaan nasehat dari seseorang. Kematian … satu kata yang singkat tapi sarat makna dan penuh dengan pelajaran dan hikmah. Aqiqah Bogor

Mengapa kematian sebaik-baiknya nasihat, karena dia lebih jujur dalam menasehati. Dia dekat, tapi jauh dalam pikiran kita. Dia tidak seleksi umur dan warna rambut. Walau belum beruban jika sudah saatnya, maka dia kan menjemput paksa. Dia, tidak menunggu taubatmu. Setiap kali anda menarik nafas,Anda sedang menariknya agar lebih mendekat denganmu. Dia lebih pasti datangnya dari jodoh, maka memantaskaan diri bukan tuk dapat jodoh yang pantas karena jodohmu takkan tertukar, tapi emantaskan diri agar husnul  khitimah,masuk surga.  Aqiqah Bogor


Ketika disebut kata kematian maka yang terbetik di benak adalah berpisahnya ruh dengan jasad, berpindahnya seseorang dari alam dunia ke alam akhirat. Dalam keadaan yang bingung akahkah bisa seseorang menuju surganya Allah atau sebaliknya..
Sungguh mengerikan, rasa sakitnya bagaikan 70 kali sabetan pedang. Banyak orang berusaha berlari untuk menghindarinya. Mengharukan, banyak juga yang meneteskan air mata menyaksikannya. Menegangkan, karena seseorang tidak tahu kemana arah kembalinya.

 “Setiap jiwa pasti merasakan kematian” (QS. Ali Imron : 185)

“Dan tidak ada satu jiwapun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati” (QS. Luqman : 34)

“Dan datanglah sakarotul maut dengan benar. Itulah sesuatu yang dahulu kamu berusaha lari darinya” (QS. Qof : 19)

Jadi ya kita harus senantiasa bersiap dan berkemas untuk menghadapi kematian. Jangan tunda taubat

karena penyesalan itu hanya ada di kemudian hari. Alloh subhanahu wa Ta`ala mengingatkan kita tentang hal ini dengan firman-Nya :

“Dan infakkanlah apa yang telah Kami rizkikan kepada kalian, sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kalian, lantas dia berkata : “Wahai Robbku, kenapa Engkau tidak tangguhkan kematianku barang sebentar, sehingga aku bisa bersedekah dan bisa menjadi orang sholih ?”. Dan Alloh tidak akan pernah menangguhkan satu jiwapun jika telah datang ajalnya. Dan Alloh maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al Munafikun : 10-11).


Abu Huroiroh ra juga meriwayatkan bahwa Rosululloh Saw bersabda : “Bersegeralah kalian melakukan amal kebaikan sebelum datang 7 perkara. Tidak ada yang kalian tunggu melainkan kefakiran yang melalaikan, atau kekayaan yang membuat orang melampaui batas, atau waktu sakit yang merusak, atau masa tua yang membuat lemah, atau kematian yang akan segera datang, atau Dajjal yang merupakan hal ghaib yang paling buruk untuk ditunggu atau kiamat, dan kiamat itu sangat mengerikan dan sangat pahit” (HR. Tirmidzi, dan beliau berkomentar : hadits hasan ).  Aqiqah Bogor


Semoga dengan mengingat kematian hati kita menjadi lunak, kesadaran kita senantiasa terjaga sehingga kita segera bangkit dari keterpurukan dosa dan segara beramal sholih sebelum semuanya terlambat. Dan jadilah kematian sebagai nasehat terbaik bagi manusia.  Aqiqah Bogor



Komentar